Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, hadir pada pembukaan Sinode Umum ke-25 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tahun 2026 di Gedung Olahraga Tana Malai Tolung Lingu (TMTL). Kehadiran Wakil Bupati itu menjadi salah satu momen pembukaan yang mendapat perhatian karena menegaskan komitmen kolaborasi atasi stunting dan kemiskinan.

Pada kesempatan tersebut, Felix Sonadie Y Tingan menegaskan pentingnya upaya bersama untuk menangani persoalan stunting dan kemiskinan. Pernyataan itu disampaikan saat acara pembukaan Sinode Umum ke-25 GKE yang digelar di GOR TMTL, menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap agenda yang menjadi fokus pembahasan dalam forum tersebut.
Kehadiran di Pembukaan Sinode Umum ke-25 GKE
Sinode Umum ke-25 GKE Tahun 2026 dibuka di Gedung Olahraga Tana Malai Tolung Lingu (TMTL), dan kehadiran pejabat daerah menjadi bagian dari rangkaian acara pembukaan. Wakil Bupati Barito Utara hadir mewakili pemerintah daerah dalam kegiatan yang menandai pembukaan forum gerejawi tersebut. Kehadiran tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan agama yang berlangsung di wilayah setempat.
Penegasan Komitmen Tangani Stunting dan Kemiskinan
Dalam sambutan dan pernyataannya saat pembukaan, Wakil Bupati menegaskan komitmen untuk berkolaborasi dalam upaya mengatasi stunting dan kemiskinan. Pernyataan itu menempatkan isu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas yang perlu mendapat dukungan lintas pihak. Penegasan ini menggambarkan arah perhatian pemerintah daerah terhadap masalah sosial yang berdampak luas bagi pembangunan dan kualitas hidup masyarakat.
Walaupun pembahasan rinci terkait program atau rencana aksi tidak dijabarkan secara spesifik dalam keterangan pembukaan, penegasan komitmen kolaborasi tersebut menjadi sinyal bahwa isu-isu sosial akan menjadi perhatian dalam pertemuan dan dialog yang berlangsung di dalam forum Sinode Umum ke-25 GKE.
Makna Kolaborasi bagi Pemerintah dan Komunitas
Kehadiran tokoh pemerintahan pada pembukaan sinode serta penegasan komitmen kolaborasi memberikan makna bahwa upaya menyelesaikan permasalahan seperti stunting dan kemiskinan dipandang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Forum keagamaan yang menjadi tempat pertemuan para pemimpin gereja dan jemaat bisa menjadi ruang dialog dan sinergi komunitas, pihak keagamaan, dan pemerintahan setempat.
Pernyataan Wakil Bupati di pembukaan ini memberi tanda bahwa agenda sosial menjadi bagian dari pembicaraan pada pertemuan tersebut. Sikap terbuka terhadap kolaborasi menjadi penting dalam merumuskan langkah-langkah yang konkret dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Sinode Umum ke-25 GKE Tahun 2026 di GOR Tana Malai Tolung Lingu (TMTL) membuka ruang bagi berbagai pihak untuk bertemu dan berdiskusi. Dengan adanya penegasan komitmen dari Wakil Bupati Barito Utara, diharapkan dialog dan rencana tindak lanjut yang muncul dalam forum ini dapat memperkuat upaya penanggulangan masalah sosial yang menjadi perhatian bersama.
