Pengacara dan personaliti televisi Nadia Annuar memberi tanggapan menanggapi komentar yang mempertanyakan mengapa sebagian wanita tampak lebih merawat penampilan dan ‘berseri’ setelah bercerai. Nadia menegaskan bahwa perubahan penampilan bukanlah ukuran pasti kebahagiaan dalam rumah tangga.

Pernyataan itu diunggah Nadia di platform Threads, di mana ia menekankan bahwa masalah utama dalam pernikahan sering berkaitan dengan sikap pasangan, bukan sekadar soal kecantikan fisik.
Kritik terhadap anggapan soal penampilan
Nadia menanggapi langsung komentar yang menyiratkan bahwa wanita yang lebih rapi atau tampak cantik setelah cerai melakukan itu demi menarik perhatian. Dalam tulisannya ia menepis ide tersebut dan memberi contoh bahwa kelakuan buruk pasangan tidak akan berubah meski menikah dengan orang yang sangat menarik secara fisik. Ia menulis:
“Saja nak jawab jugak mewakili J semua. Siapa cakap masa ada laki tak glow, tak kurus, tak cantik? “Kecantikan bukan menjamin bahagia dik. Laki kalau dia suka curang, narcissistic, kaki pukul, kedekut taik idung masin. “Dia akan tetap jugak begitu walaupun kawin dengan Miss Universe,” tegasnya.
Fokus pada sikap, bukan rupa
Lebih jauh, Nadia menekankan bahwa kebahagiaan rumah tangga seharusnya dinilai dari sikap dan perilaku pasangan. Ia juga memberi contoh kebalikan, yakni pasangan yang mungkin secara fisik tidak sempurna namun menunjukkan komitmen dan kasih sayang yang tulus. Dalam pernyataannya ia menulis:
“Vise versa, laki kalau perut boroi macam mana pun kalau dia sayang bini, suami green flag, sampai cacat pun kami sanggup jaga ke hujung nyawa,” coretnya.
Pernyataan ini menegaskan pandangannya bahwa rasa cinta dan tanggung jawab jauh lebih penting daripada standar kecantikan semata ketika menilai kualitas hubungan.
Riwayat pernikahan Nadia
Nadia sebelumnya menikah dengan pengusaha Hafiz Salleh dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Dya Naylaa, 7 tahun. Namun setelah hampir satu dekade bersama, pernikahan itu berakhir dua tahun lalu. Sebelum itu, Nadia juga pernah berada dalam pernikahan dengan Datuk Sulaiman@Mohd Helmi Mohd Ilyas yang berujung perceraian pada Oktober 2010. Dari pernikahan tersebut ia memiliki seorang anak laki-laki, Mohamed Aaron Erwin, yang kini berusia 16 tahun.
Dengan membagikan pandangannya, Nadia mencoba meluruskan stereotip yang sering kali menyederhanakan pengalaman pribadi orang yang bercerai hanya berdasarkan penampilan luar. Ia menegaskan bahwa setiap individu melalui perjalanan hidup masing-masing dan keputusan merawat diri setelah perpisahan bukanlah tanda kesia-siaan atau motif tersembunyi, melainkan bagian dari proses pemulihan dan pengurusan diri.
Pernyataan Nadia ini kembali memantik perbincangan tentang cara masyarakat memandang kebahagiaan, nilai estetika, dan alasan di balik perubahan gaya hidup setelah berpisah. Ia memilih menempatkan ukuran kebahagiaan pada perilaku dan integritas pasangan, daripada sekadar penampilan luar.
Kasus ini mengingatkan bahwa penilaian terhadap hubungan harus mempertimbangkan faktor yang lebih substansial dan menghindari generalisasi tentang motivasi seseorang setelah berpisah.
