Perubahan pola belanja konsumen Malaysia saat musim jualan 6.6 menunjukkan satu kecenderungan jelas: pembeli kini lebih mengutamakan penjual terpercaya dan produk kebutuhan harian daripada barang mewah atau pembelian sekali-sekala. Troli belanja dipenuhi barang dapur, susu formula, produk kesehatan, perawatan diri, peralatan rumah, dan gawai, menggantikan dominasi ponsel atau produk kecantikan yang kerap jadi sorotan sebelumnya. Data kampanye 6.6 Lazada Malaysia mencatat lonjakan signifikan pada ukuran transaksi dan perilaku pembeli. Nilai penjualan keseluruhan platform meningkat 465 persen dibanding periode biasa—sekitar 5,7 kali lipat. Penjualan melalui ekosistem resmi yang mencakup LazMall serta pilihan global dan lintas batas terverifikasi, termasuk penjual dari TMALL dan Gmarket, tumbuh lebih dari 10 kali lipat; LazMall sendiri melonjak 12 kali lipat. Dari sisi pengguna, jumlah pembeli platform naik 96 persen, sementara pembeli dalam ekosistem LazMall meningkat 239 persen.
Barang kebutuhan harian mendominasi troli
Penjual terpercaya menjadi perhatian dalam kabar terbaru ini. Perubahan paling terlihat adalah lonjakan pembelian barang kebutuhan rumah tangga. Sepanjang kampanye 6.6, Lotus’s mencatat peningkatan penjualan sebesar 47 kali lipat, sedangkan Lazada Groceries tumbuh 19 kali lipat dibanding hari biasa. Merek seperti Nestlé dan Signature Market juga menunjukkan performa kuat, menandakan masyarakat memanfaatkan momen jualan besar untuk mengatur anggaran keluarga dan menambah stok kebutuhan pokok.

Untuk kategori ini, pembeli tidak sekadar berburu harga termurah. Mereka cenderung memilih merek yang dikenal, memeriksa tanggal kedaluwarsa, memastikan asal produk, serta memilih penjual dengan layanan pengiriman yang dapat diandalkan.
Produk bayi, kesehatan, dan kecantikan: kepercayaan jadi faktor utama
Kategori bayi dan kebutuhan keluarga tetap menjadi segmen yang sangat bergantung pada kepercayaan. Pada kampanye 6.6, S26 Gold Progress tumbuh 276 kali lipat, sementara Enfagrow A+ Official Store meningkat 193 kali lipat. Merek popok dan produk kebersihan seperti Huggies, Kotex, Confidence, dan Poise berkembang 33 kali lipat, dan Pediasure juga termasuk dalam daftar penjual berperforma tinggi. Pembeli, khususnya orang tua, lebih mempertimbangkan apakah produk dibeli dari penjual yang sah dan dapat dipercaya, bukan hanya soal besaran diskon.
Pada ranah kesehatan dan perawatan diri, Ensure dan Glucerna Official Store tumbuh empat kali lipat. Produk seperti Drypers, Vinda, Dr. P, Libresse,, dan TENA meningkat sembilan kali lipat; Kinohimitsu naik 11 kali lipat, dan Eu Yan Sang meningkat 29 kali lipat. Tren ini menunjukkan konsumen menjadikan produk kesehatan dan kebersihan sebagai bagian dari pembelian rutin, memilih merek yang sudah teruji dan tersedia di penjual resmi.
Peralatan rumah dan kecantikan: sumber dan jaminan penting
Musim jualan juga dimanfaatkan untuk upgrade peralatan rumah. Xiaomi Official Store tumbuh 40 kali lipat, Roborock Malaysia 100 kali lipat, dan Tineco 78 kali lipat. Selain itu, Philips Official eStore, Dreame, Dyson, Midea, Tefal, Panasonic, dan JisuLife masuk dalam 100 penjual terbaik. Pertimbangan pembeli meliputi kehadiran toko resmi, garansi, kebijakan pengembalian, dan layanan purna jual.
Di kategori kecantikan, penjual dan sumber produk semakin diperhatikan. Watsons mencatat peningkatan sembilan kali lipat dan menempati jumlah pesanan tertinggi di penjual lokal. Lancôme tumbuh 255 kali lipat dan Kérastase naik 66 kali lipat; SK-II, Eucerin, Guardian, La Roche-Posay, dan Kenvue juga termasuk dalam 100 penjual berperforma terbaik. Ini mencerminkan preferensi konsumen terhadap keaslian produk dan keamanan pemakaian.
Waktu promosi dan kebijakan pembeli
Kepantasan berburu diskon tetap terlihat, namun bukan berarti keputusan pembelian tergesa-gesa tanpa pertimbangan. Selama kampanye 6.6, dalam satu jam mulai pukul 20.00 pada 5 Juni, penjualan menyumbang 16 persen dari total keseluruhan. Pada rentang pembukaan dari pukul 20.00 hingga 23.00, Malaysia mencatat 47 persen dari keseluruhan penjualan 6.6 dan 38 persen dari jumlah pesanan. Meski begitu, konsumen tetap memeriksa status penjual, kehadiran toko resmi, informasi produk yang jelas, jaminan garansi, serta keandalan pengiriman sebelum membeli.
Perkembangan serangkaian angka ini mengindikasikan perubahan mentalitas belanja: troli konsumen Malaysia kini dipimpin oleh kebutuhan penting yang dibeli dari penjual terpercaya, bukan sekadar mengejar harga terendah. Di kawasan Asia Tenggara, barang konsumen bergerak cepat (FMCG) menjadi kontributor utama selama 6.6, dan di Malaysia hampir separuh pesanan berasal dari LazMall, dengan 47 persen merek di kategori tersebut sudah menjadi bagian dari ekosistem lebih luas termasuk TMALL dan Gmarket. Tren ini mempertegas bahwa kepercayaan terhadap sumber pembelian kini menjadi kriteria utama dalam keputusan belanja besar-besaran.
